MEDIA ONLINE GURU NU JOMBANG

PENGURUS CABANG
PERSATUAN GURU NAHDLATUL ULAMA (PERGUNU)
KABUPATEN JOMBANG, PROVINSI JAWA TIMUR



Rabu, 04 Desember 2019

Kontroversi Soal MA kelas 12 yang berbau Khilafah
Oleh Ahmad Faqih, M.Pd
(Sekjen Pergunu Wilayah)


Ngapunten.
terkait berulangnya kasus munculnya buku dan soal yg berbau khilafah, menurut sy problem mendasarnya bukan pada terbitnya soal tsb.

Menurut sy problem mendasarnya adalah:

1. Pada kurikulum fiqh yg berlaku di MA kls 12 saat ini memang ada tema ttg khilafah yg harus diajarkan. Hal yg sama ada di mapel PAI SMA kls 12

2. Tim penyusun buku ajar kedua mapel tersebut, patut diduga memiliki keterbatasan akses thdp referensi terkait tema khilafah yg bersumber dr ulama/pakar aswaja NU.

Kedua hal diatas lah yg menurut kami memicu kejadian seperti ini terus terulang kembali.

Sementara guru yg mengajar dan menyusun soal PAS, patut diduga hanya merujuk pd buku ajar yg ada.

Karena keterbatasan wawasan dan referensi yg dimiliki tsb,  mengakibatkan pengajaran dan soal yg dimunculkan beraroma faham khilafah ala wahabi. dan ini justru yg amat berbahaya.

Solusinya sy kira jangan semata2 menyalahkan dan memberi punishment kpd guru penyusun soal PAS. sbb mereka juga korban keterbatasan wawasan dan referensi shg scr tdk sadar mengajarkan hal tsb.

Akan lebih elok bila:
1. Pemerintah segera melakukan revisi kerikulum yg terkait dg tema tsb. perlu kiranya kompetensi, tujuan dan indikator tema tsb dirangcang selaras dg faham aswaja & islam rahamatan lil alamin serta mengarahkan peserta didik utk menolak faham intoleran.

2. Pemerintah dan ormas keagamaan (termasuk NU dan Muhammadiyah) serta para cendekiawan islam, segera menyusun, menerbitkan serta mendiatribusikan buku ajar dan buku referensi yg berkaitan dg tema khilafah dlm perspektif aswaja dan selaras dg ajaran islam rahmatan lil alamin

3. Pemerintah beserta stake holder pendidikan lainnya melakukan upaya upgrading pemahaman guru2 khususnya guru PAI dan Fiqh terkait tema khilafah dalam perspektif aswaja dan islam rahmatan lil alamin.

Semoga dg langkah2 tsb problem ini bs terselesaikan scr sistemik dan mendasar. Semoga kita tak sekedar menyalahkan para guru pembuat soal yg sejatinya mereka juga korban dr keterbatasan kondisi lingkungan belajar mengajar yg ada.

Salam hormat utk seluruh guru Indonesia.

(Ahmad Faqih)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar